1. Text Input number kadang bisa scroll membuat user salah input
2. Buka 2 tab, jika sudah di approve tidak bisa di approve lagi
3. Jika tombol disable, inspect elemen apakah bisa di enable
4. Test Permission
1. Text Input number kadang bisa scroll membuat user salah input
2. Buka 2 tab, jika sudah di approve tidak bisa di approve lagi
3. Jika tombol disable, inspect elemen apakah bisa di enable
4. Test Permission
Untuk maria db versi 11 udah ada tipe data uuid, jadi tinggal ngeset aja udah langsung terbentuk uuid, nah karena maria db versi 10 masih belum ada. Jadi untuk ngakalinya adalah
1. Buat field baru dengan default value null dengan tipe data varchar (36)
2. Update field tersebut dengan uuid
update xxx set uuid_new = uuid();
3. Set default nya menjadi UUID
ALTER TABLE xxx ALTER COLUMN `uuid_new` SET DEFAULT (UUID());
4. Baru set menjadi unique untuk field tersebut agar cepet aja quernya ...
Sebagai informasi untuk yang versi mariadb v.10 jika kita buat primary key varchar(36) aja udah langsung otomatis terbentuk uuid
Mungkin karena php 8.0 sudah lama, sehingga repositorinya gk ada ,, jadi seharus nya pakai script apt install php8.0-imagick bisa. Tapi karena saat ini sudah versi 8.5 maka harus menggunakan pecl
Berikut cara nya :
1. Install dulu dependensi nya
apt update
apt install imagemagick libmagickwand-dev php-pear build-essential
Jika error mungkin perlu update repositorinya
add-apt-repository ppa:ondrej/php
2. Install Imagick
pecl install imagick
3. Jika ada Pertanyaan "please provide the prefix of ImageMagick installation " di enter aja untuk versi default
4. Cari lokasi file php.ini
find / -name "php.ini"
Hingga muncul
Awalnya bingung kenapa try catch di laravel kok kadang2 bisa, kadang2 gk bisa. Walhasil ternyata yang tidak berhasil itu karena terdapat koneksi yang berbeda.
Maka untuk mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut :
Sebenernya aneh kenapa di proxmox gk ada fitur untuk download / upload backup an proxmox.
Jadi cara yg termudah menurut saya adalah transfer file lewat command SCP
untuk file backup di proxmox biasanya lokasinya adalah di /var/lib/vz/dump
tapi gk selalu disitu sih,, tergantung misal backupnya di lokasi lain bisa dilihat dari proxmoxnya
jadi mindahin filenya di shell ketikkan perintah berikut
scp /path/to/local/file username@remote_host:/path/to/remote/destinationkemudian masukkan passwordnya.
Selesai.
Case berbeda dengan ketika dari luar nembak ip publik yang sudah ada di tutorial https://dika-web.blogspot.com/2024/09/setting-vpn-sederhana-mikrotik-ppp-ke.html.
Untuk case ini bagimana cara apabila dari IP lokal mengarahkan ke IP Lokal lain misalnya sperti nginx.
Misalkan dalam case ini ip user adalah 192.168.2.50 ingin mengakses port 999 yg ipnya adalah 192.168.2.15.
Maka settingan-nya mikrotiknya adalah sebagai berikut.
Untuk membuat server tentunya best practice nya adalah server dan penyimpanan dibuat terpisah.
Berikut cara untuk mounting ProxMox ke Nas Synologi
1. Pada Nas Synologi masuk ke setting kemudian shared Folder
2. Kemudian pilih create shared folder
3. Kemudian edit shared folder yang tadi dibuat
4. Kemudian masuk ke tab advanced permission dan klik tombol advanced permission
5. Kemudian berikan akses khusus ke satu user, agar gk sembarangan user login bisa akses folder ini. Jadi sebelumnya buatkan akun khusus ya.
6. Kemudian masuk ke tab NFS permission kemudian klik create
7. Kemudian pada proxmox masuk ke Datacenter -> Storage -> Add -> Nfs
8. Kemudian ID ketikkan terserah, server isikan ip NAS, kemudian pada export maka akan muncul shared folder yang tadi sudah dibuat, dan content isikan terserah fungsinya untuk apa. Kemudian klik add
9. Selesai,
Sebenernya gk aman sih,, tapi buat pemula gk apa apa kan ...
Caranya adalah :
1. Setting dulu IP Public Di mikrotik misal 110.110.110.110
2. Setting dulu ip lokal misal 192.168.2.1 nah ip lokal ini yg dipakai di kantor
3. Buat NAT caranya masuk ke firewall kemudian setting seperti dibawah ini
Untuk Out Interface itu ether ip public nya ya,,4. Di winbox Masuk ke ppp kemudian secret kemudian setting seperti ini.
1. Langkah Pertama masuk ke portainer kemudian console
2. ketikan perintah nano /etc/php/8.0/apache2/php.ini
3. Cari post_max_size ubah menjadi = 200MB (misalnya)
4. cari upload_max_filesize ubah menjadi = 200MB (misalnya)
5. CTRL + X
6. Restart portainer tersebut
1. Install Samba dengan cara
sudo apt install samba -y
2. Buat konfigurasi folder mana yg bisa di sharing dengan mengedit file berikut ini.
sudo vim /etc/samba/smb.conf
Tambahkan dibawah seperti ini.
[Nginx] path = /mnt/www valid users = @smbuser guest ok = no writable = yes browsable = yes
3. Buat user
sudo useradd smbuser4 Set password usersudo smbpasswd -a smbuser5. Restart sambasudo systemctl restart smbd6. Setting permission directory
Cara shutdown serversudo systemctl stop mariadb
shutdown now
sudo systemctl stop nginx
systemctl stop docker
Gudang -> master biaya tabung
Untuk livewire button yg id tidak uniq
wire:key="edit-{{ $data->id }}"
zip -r 2023-02-26.zip app/ routes/ resources/ sql/
Ketika kita membuat aplikasi yang multi user, tentunya kita akan kesulitan saat pengecekan apakah saat user masuk, menu & tampilan yg tampil di user apakah benar sesuai seperti yang kita harapkan. Tentunya menanyakan password ke user adalah hal yang tidak etis.
Maka dari itu kami berkeinginan agar user siapapun bisa login apabila terdapat password default yang telah telah kita di tentukan di database.
Step pertama kita membuat database default passwordnya misalkan nama tabelnya adalah default_pass kemudian kita buat model Default_pass
Kemudian edit di
vendor->laravel->frameword->src->illuminate->Auth->EloquentUserProvider.php
Pada function validateCredentials sebelumnya ada seperti ini
Kemudian kita rubah seperti ini
Maka user apapun bisa kita login dengan password yg sudah inputkan di tabel default_pass
Untuk membuat task schedulling misal kita mau buka browser pada jam 8 kemudian browser tersebut mau di tutup jam 9, maka caranya kita bisa membuat task schedulling berikut ini.
Untuk membuka browser :
Terlihat di isian "add arguments (optional)" saya tambahkan google.com agar browser langsung membukan halaman yg saya inginkanBerhubung menggunakan PHP Laravel Barcode Qr Code Reader punya dynamo soft berbayar,, maka untuk cari yg gratisan saya menggunakan PHPZxingDecoder.
Karena PHPZxingDecoder menggunakan java jadi kita install dulu java-nya ...
sudo apt-get updateKemudian install java-nya
sudo apt install default-jdkKemudian cek apakah javanya sudah diinstall
java -versionUntuk cek path javanya
update-alternatives --config javaKemudian edit file environment
sudo nano /etc/environmentTambahkan pathnya seperti ini
JAVA_HOME="/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/java"
Kemudian reload java-nya
source /etc/environmentCek path java environmentnya nya apakah sudah sesuai
echo $JAVA_HOME
/lib/jvm/java-11-openjdk-amd64/bin/javaKemudian cek path javanya agar bisa di config kan ke phpzxingnya.
which javaDan dibawahnya dari command diatas akan muncul pathnya utk di config di phpzxing jika tidak sesuai.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Okkay instalasi java sudah selesai, setelah itu kita tambahkan pada laravel untuk js PHPZxing nya melalui composer
composer require dsiddharth2/php-zxing
Pada livewire laravel saat upload pada mode http tidak ada masalah, tapi saat menggunakan https ada masalah dan setelah saya console log muncul seperti ini :
Untuk mengatasinya buka fileMenggunakan Laravel UI tentunya telah dibuatkan yang istilahnya scafolding nya, yaitu dibuatkan route, model, controller views dan database-nya, Sekarang gimana ya cara kita bisa memodifikasi scafolding tersebut biar misal user tersebut non aktif dan tidak bisa login..
Caranya buka trait AuthenticatesUsers yg lokasi nya di :
vendor/laravel/ui/auth-backend/AuthenticatesUsers.php
Atau dengan kalau di visual studi code anda diinstall plugin laravel tinggal ctrl klik aja AuthenticatesUsers di login controller terus langsung deh menuju lokasi file -nya
Dia asumsikan dalam database ditambahi field "is_active" maka kita cukup tambahkan script berikut
$user = User::where('email', $request->email)->first();
if ($user && $user->is_active == 0) {
abort(403, 'Your account has been disabled by an administrator.');
}
yang saya letakkan disini :
And jangan lupa import model User supaya jika database user ada di database lain bisa konek,, tapi kalau cuman ada 1 database sih gk perlu import model user...
Jadi ceritanya gini, awalnya aku sudah buat aplikasi di kantor menggunakan laravel, dan manajemen user role & permissionya menggunakan spatie. Di awal emang untuk usernya menggunakan email & password. Kemudian setelah sekian lama terbentuk database karyawan, sehingga perlu merubah yang awalnya usernya menggunakan email, kemudian dirubah menjadi password, sedangkan sudah banyak permisson & role yang sudah aku buat. Jadi yang perlu dirubah adalah cuman tabel user, model_has_role, dan model_has_permission. Pertanyaanya dimana ya cara merubah nama tabelnya ?
Untuk tabel user mudah sekali ditemukan kita cukup pergi ke model user kemudian tambahkan protected tabelnya
Contoh di atas misal nama tabel yg sebelumnya adalah user, saya rubah menjadi user2s
Kemudian untuk settingan yang 2 tabel lainnya ada di folder config->permission
terlihat aku hanya merubah nama tabel model_has_permission dan model_has_role,, jadi ak gak perlu repot-repot setting role dan permission baru.